PT Dahana menggelar Apel Pembukaan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam rangka mempertegas komitmen perusahaan terhadap budaya K3. Acara yang mengangkat tema “Membangun Ekosistem K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” ini dibuka secara langsung oleh Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan di Bale Dahana, Subang, Jawa Barat, pada Selasa, 13 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Hary menegaskan bahwa bagi Dahana, K3 adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Manajemen memiliki komitmen yang besar untuk melaksanakan K3, dengan beragam program dan bugdet di berbagai level. Ia juga menuturkan bahwa K3 harus menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan demi menjamin keberlangsungan usaha, kesejahteraan serta perlindungan bagi setiap pekerja dan individu.

“Saya mengajak seluruh PT Dahana untuk meningkatkan kepedulian terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja, menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan serta saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain, demi terwujudnya tempat kerja yang aman, sehat, dan produktif menuju Zero Accident dan Zero Fatality,” ujar Hary Irmawan.

Direktur Utama Dahana turut mengapresiasi kinerja K3L Dahana yang berhasil mencatatkan tidak adanya kejadian Lost Time Injury pada tahun 2025. Namun ia juga mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat terlena, dan berharap agar budaya keselamatan dapat dipertahankan serta ditingkatkan secara berkelanjutan.

Pada peringatan bulan K3 tahun ini yang berlangsung sejak 12 Januari hingga 12 Februari 2026, Dahana telah mempersiapkan berbagai lomba, kampanye keselamatan dan kesehatan kerja, hingga kegiatan menarik lainnya untuk meningkatkan budaya K3 perusahaan secara berkelanjutan.

Acara tersebut antara lain, jalan sehat dan senam sehat, lomba Fire Drill, Safety Poster, Virtual Run & Ride, HSSE Mastery Challenge, hazard hunt, Safety Video Challenge, HSE On site, donor darah, pelatihan basic life support hingga sosialisasi HIV/Aids dan TB bagi masyarakat.

GM K3LH Dahana, Dewi Kurniaty menyampaikan bahwa kegiatan peringatan Bulan K3 tidak dirancang hanya untuk kompetisi, namun sebagai sarana pembelajaran dan penguatan budaya K3 di lingkungan kerja masing-masing. Pihaknya berharap agar seluruh insan Dahana dapat berpartisipasi aktif bukan sebatas sebagai peserta, namun turut sebagai penggerak budaya K3 Dahana.

“Setiap lomba dan kegiatan akan mendekatkan kita pada keselamatan sebagai kebiasaan. terbiasa patuh, terbiasa peduli, dan terbiasa selamat. Mari kita jadikan momentum Bulan K3 ini sebagai ajang evaluasi dan pembelajaran. Ketika setiap individu mengambil peran, keselamatan, lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif akan menjadi realitas, bukan sekadar cita-cita bersama,” harap Dewi.